Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah InternetworkIP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one. Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Alamat Multicast,
merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau
beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat
multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Alamat Unicast
Setiap
antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus
diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang
disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang diterapkan pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat ditetapkan ke sebuahhost dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.
Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).
Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.
Jenis-jenis alamat unicast
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet,
semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan.
Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).
Alamat Multicast
Alamat IP Multicast (Multicast IP Address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh routerke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut.
Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk
mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk
beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.
Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4,
yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat
224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat
digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast
dalam subnet lokal.
Alamat Broadcast
Alamat broadcast untuk IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.
Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernetdan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
Network Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamatnetwork broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.
Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamatsubnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atausupernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.
Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat
berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24
yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.
Semua
host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan
dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.
Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.
Semua host,
yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses
paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya
dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.
Unicast, Broadcast dan Multicast
Unicast
·
Alamat
unicast adalah jenis alamat yang paling umum pada jaringan IP.
·
Sebuah
paket dengan tujuan alamat unicast dimaksudkan untuk ditujukan ke sebuah
host yang spesifik.
·
Sebuah
IP address tujuan harus terdapat pada IP packet header untuk
paket unicast yang dikirim dan diterima.
·
Alamat
MAC tujuan yang sesuai juga harus ada di Ethernet frame header.
Broadcast
·
Pesan
broadcast memiliki arti bahwa semua host yang ada pada local network (broadcast
domain) akan menerima paket.
·
Beberapa
protokol jaringan seperti ARP dan DHCP menggunakan model pengiriman pesan
broadcast.
·
Di
jaringan Ethernet, untuk pesan broadcast, Alamat MAC yang sebanyak 48 bit
ditampilkan dalam bentuk Hexadecimal menjadi FF-FF-FF-FF-FF-FF.
·
Jaringan
kelas C misal 192.168.1.0 dengan default subnet mask 255.255.255.0
akan memiliki alamat broadcast 192.168.1.255. Nilai desimal dari host
portion-nya adalah 255 atau secara biner 11111111 (semua 1).
·
Jaringan
kelas B misal 172.16.0.0 dengan default subnet mask 255.255.0.0
memiliki alamat broadcast 172.16.255.255.
·
Jaringan
kelas A misal 10.0.0.0 dengan default subnet mask 255.0.0.0
memiliki alamat broadcast 10.255.255.255.
Multicast
·
Pengalamatan
Multicast mengijinkan peralatan source untuk mengirimkan paket ke group
dari peralatan.
·
Jangkauan
alamat multicast adalah dari 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255.
·
Seperti
alamat unicast maupun broadcast, pengalamatan multicast IP address memiliki
nilai khusus yaitu 01-00-5E di hexadecimal.
IP Statis
·
Dengan
pengalamatan statis, administrator jaringan harus mengkonfigurasikan secara
manual bagi tiap host.
·
Tepat
untuk network printer, server dan peralatan jaringan yang diakses melalui
jaringan.
IP Dinamis
·
Dynamic
Host Configuration Protocol (DHCP) menyediakan suatu mekanisme untuk memberikan
IP address, subnet mask, default gateway, dan informasi konfigurasi lainnya
secara otomatis.
·
Apabila
host mati maka alamat dinamis tersebut dikembalikan ke pool untuk
dipakai ulang.
DHCP Server
·
Ketika
sebuah host dikonfigurasikan sebagai DHCP client, dia tidak memiliki IP
address, subnet mask atau default gateway.
·
Dia
akan mengirim pesan DHCP Discover secara broadcast dengan IP address
tujuan 255.255.255.255 (32 semuanya satu) dan sebuah MAC address dengan nilai
FF-FF-FF-FF-FF-FF (48 semuanya satu)
·
Semua
host pada jaringan akan menerima pesan broadcast berupa DHCP frame, namun hanya
DHCP server yang akan me-reply (membalas).
·
Server
akan merespon dengan sebuah DHCP Offer, yang menawarkan sebuah IP
address untuk client.
·
Host
kemudian mengirim sebuah DHCP Request ke server menanyakan untuk
menggunakan IP address yang disarankan.
·
Server
merespon dengan sebuah DHCP Acknowledgment.
Batas
Jaringan dan Ruang Pengalamatan
·
Router
menyediakan gateway agar host pada sebuah jaringan dapat berkomunikasi dengan
host pada jaringan yang berbeda.
Cara Host
terkoneksi ke ISP (Internet)
Ø
Direct Connection
–
Beberapa
pengguna Internet memiliki sebuah komputer yang langsung terkoneksi dengan ISP
melalui sebuah modem.
–
Dalam
hal ini sebuah alamat publik dari DHCP server pada ISP diberikan ke sebuah
host.
Ø
Koneksi melalui Integrated Router
–
Integrated
router menerima alamat public dari ISP.
–
Internal
host menerima alamat private dari router.
Ø
Koneksi melalui Peralatan Gateway
–
Peralatan
Gateway adalah kombinasi dari integrated router dan sebuah modem pada satu
unit, dan terkoneksi langsung dengan ISP dan internal PC menerima alamat
private melalui peralatan gateway.
NAT
(Network Address Translation)
·
Integrated
router menerima alamat publik dari ISP, sehingga dia dapat mengirim dan
menerima paket ke dan dari Internet.
·
Router
juga menyediakan alamat private pada host di local network sementara alamat
private tidak diijinkan untuk berkomunikasi di Internet.
·
Oleh
karenanya diperlukan proses translasi dari alamat private menjadi alamat publik
yang unik agar client dapat berkomunikasi di Internet.
·
Proses
yang digunakan untuk mengkonversi alamat private ke alamat Internet-routable
dikenal dengan Network Address Translation (NAT).
·
Dengan
NAT, alamat IP private (local) dikonversi ke alamat IP public (global).
·
Hanya
paket yang ditujukan ke jaringan lain yang butuh untuk dikonversi.
·
Paket
ini harus melewati gateway, dimana integrated router mengganti alamat IP
yang private dengan IP address publik miliknya.
·
Meskipun
tiap host di jaringan internal memiliki IP private yang unik, namun dia harus
berbagi satu alamat Internet routable yang diberikan oleh Router.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar